Adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang di
dasarkan atas aturan agama terutama agama Islam, sebutan orang beradab
sesungguhnya berarti bahwa orang itu mengetahui aturan tentang norma atau aturan mengenai sopan
santun yang di tentukan dalam agama Islam, dengan begitu masyarakat beradab
dapat di artikan sebagai sekelompok orang yang mengetahui aturan tentang
norma atau
aturan mengenai sopan santun yang di tentukan dalam agama Islam.
Konsep “masyarakat madani” merupakan
penerjemahan atau pengislaman konsep “civil society”. Orang yang pertama kali
mengungkapkan istilah ini adalah Anwar Ibrahim dan dikembangkan di Indonesia
oleh Nurcholish Madjid. Pemaknaan civil society sebagai masyarakat madani
merujuk pada konsep dan bentuk masyarakat Madinah yang dibangun Nabi Muhammad.
Masyarakat Madinah dianggap sebagai legitimasi historis ketidakbersalahan
pembentukan civil society dalam masyarakat muslim modern
Masyarakat madani adalah masyarakat
yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam
penguasaan ilmu pengetahuan, dan teknologi. Allah SWT memberikan gambaran dari
masyarakat madani dengan firman-Nya dalam Q.S. Saba’ ayat 15: “Sesungguhnya bagi kaum Saba’ ada
tanda (kekuasaan Tuhan) di tempat kediaman mereka yaitu dua buah kebun di
sebelah kanan dan di sebelah kiri. (kepada mereka dikatakan): “Makanlah olehmu
dari rezki yang (dianugerahkan) Tuhanmu dan bersyukurlah kamu kepada-Nya.
(Negerimu) adalah negeri yang baik dan (Tuhanmu) adalah Tuhan yang Maha
Pengampun”.
Tidak dapat disangkal, pendidikan merupakan satu perangkat aset yang
berharga dalam konteks kehidupan seorang manusia baik secara individu maupun
bangsa sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an surat Al-Mujadilah ayat 11 :
“ Hai orang-orang beriman apabila
dikatakan kepadamu: berlapang-lapanglah dalam majlis, maka lapangkanlah niscaya
Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan berdirilah kamu,
maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di
antaramu, dan orang-orang yang di beri ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan
Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.
Hal ini patut kita sadari mengingat kualitas sebuah bangsa sangat
jelas terlihat baik buruknya terkait seberapa besar cara pandang pemerintah
maupun individu dalam memperlakukan pendidikan berikut sarana
perangkatnya. Lembaga pendidikan Islam sebagai salah satu perangkat pencetak
manusia unggulan mempunyai peranan yang amat besar dalam mempersiapkan generasi
yang siap berkontribusi serta siap menghadapi era yang penuh dengan tantangan
dan selektifitas hidup yang sangat tajam dan melalui lembaga pendidikan Islam
tentunya akan menjadikan masyarakat yang beradab.
Pendidikan yang perlu di tanamkan sejak dini adalah pendidikan
akhlak, Akhlak dapat di artikan sebagai tingkah laku seseorang yang di dorong
oleh keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik, sehingga
dapat di katakan masyarakat yang berakhlak pasti menjadi masyarakat yang
beradab.
Sehingga peran umat Islam dalam mewujudkan masyarakat beradab atau
masyarakat madani adalah dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDA) melalui pendidikan,
pendidikan di sini tidak hanya pendidikan dalam bidang umum tetapi harus di
barengi dengan pendidikan akhlak dan pendidikan karakter sejak dini, karena
peranan akhlak sangat besar dalam menciptakan manusia yang beradab. Dalam Al-Qu’an Surat Ali Imran ayat 110 “Kamu adalah umat yang terbaik yang
dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang
munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu
lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka
adalah orang-orang yang fasik”.
Untuk mewujudkan masyarakat beradab tentunya
dengan mengamalkan Al-Qur’an dan Al-Hadist dan kita sebagai umat muslim harus
mencontoh dan menjadikan baginda Rasulullah Muhammad SAW sebagai panutan hidup,
Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21 : “Sesungguhnya telah ada dalam diri
Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu, yaitu bagi orang-orang yang
mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut
Allah”
Selain dalam bidang
pendidikan peranan umat Islam dalam mewujudkan masyarakat beradab atau
masyarakat madani adalah harus ditingkatkan dalam bidang ekomoni. Di dalam ajaran Islam terdapat dua
prinsip utama, yakni pertama, tidak seorangpun atau sekelompok orangpun yang
berhak mengeksploitasi orang lain; dan kedua, tidak ada sekelompok orangpun
boleh memisahkan diri dari orang lain dengan tujuan untuk membatasi kegiatan
sosial ekonomi di kalangan mereka saja. Islam memandang umat manusia sebagai
satu keluarga, maka setiap manusia adalah sama derajatnya di mata Allah
SWT
dan di depan hukum yang
diwahyukannya. Konsep persaudaraan dan perlakuan yang sama terhadap seluruh
anggota masyarakat di muka hukum tidaklah ada artinya kalau tidak disertai
dengan keadilan ekonomi yang memungkinkan setiap orang memperoleh hak atas
sumbangan terhadap masyarakat. Allah SWT melarang hak orang lain, sebagaimana
dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Syu’ara ayat 183: “Dan janganlah kamu merugikan manusia
pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat
kerusakan”.
Dalam komitmen
Islam yang khas dan mendalam terhadap persaudaraan, keadilan ekonomi dan sosial,
maka ketidakadilan dalam pendapatan dan kekayaan bertentangan dengan Islam. Akan
tetapi, konsep Islam dalam distribusi pendapatan dan kekayaan serta konsepsinya
tentang keadilan sosial tidaklah menuntut bahwa semua orang harus mendapat upah
yang sama tanpa memandang kontribusinya kepada masyarakat. Islam mentoleransi
ketidaksamaan pendapatan sampai tingkat tertentu, akrena setiap orang tidaklah
sama sifat, kemampuan, dan pelayanannya dalam masyarakat,dalam Al-Qur’an surat. An-Nahl ayat 71
disebutkan:
“Dan Allah
melebihkan sebahagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezki, tetapi
orang-orang yang dilebihkan (rezkinya itu) tidak mau memberikan rezki mereka
kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezki itu.
Maka Mengapa mereka mengingkari nikmat Allah”.
Oleh karena itu
untuk mewujudkan
masyarakat madani dan agar terciptanya kesejahteraan umat maka kita sebagai
generasi penerus supaya dapat membuat suatu perubahan yang signifikan. Selain
itu, kita juga harus dapat menyesuaikan diri dengan apa yang sedang terjadi di
masyarakat sekarang ini dengan tetap memegang
teguh Al-Qur’an dan Hadist sebagai landasan hidup kita.
Sumber: http://www.azzayyan.tk
Sumber: http://www.azzayyan.tk
Pokerbet88 merupakan situs poker Online dari idn play yang memiliki kredibilitas yang baik di mata para pecinta judi poker Online di Indonesia. POKERBET88 Juga memberikan promo bonus untuk setiap member yang aktif bermain. beberapa bonus yang bisa anda dapatkan jika bermain disini adalah sebagai berikut :
ReplyDeleteBonus new member 10%
Bonus Harian
Bonus Cashback Mingguan
Bonus Turnover Bulanan
bonus referral mingguan 15%