Mantan Wakil Presiden Jusuf Kala menilai, konsolidasi
demokrasi telah menyelamatkan Indonesia dari kerterpurukan ekonomi tahun 1998.
Sebagai negara kepulauan dan mempunyai banyak suku bangsa, dengan lebih dari 300 bahasa, Indonesia
merupakan negara besar yang bisa jadi contoh dunia dengan keberhasilan dalam menerapkan
demokrasi mutikultural.
"Walaupun banyak perbedaan, namun karena demokrasi
kita baik, maka kita dapat hidup dengan damai," ujar Kalla dihadapan
peserta World Peace Forum (WPF) ke-4, Sabtu (24/11/2012).
Dalam pemaparannya Kalla didampingi Ketua Umum Pimpinan
Pusat Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin, dan pimpinan Cheng Ho Multi Culture
Education Trus, Tan Sri Lee Kim Yew dari Malaysia. "Demokrasi sangat baik
dan penting bagi negara multikultural seperti Indonesia, karena itu Indonesia
memilih demokrasi sebagai alat pembangunan mencapai kesejahteraan," kata
Kalla.
Setiap negara di dunia menjalankan demokrasi dengan kelebihannya
masing-masing, tak ada yang bisa klaim yang satu lebih baik dari yang lain. Di
sinilah, menurut Kalla, perlunya melakukan pendidikan demokrasi dengan baik dan
kepemimpinan yang baik.
WPF merupakan forum tingkat dua tahunan yang
diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, bekerja sama dengan Centre
for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC), dan Cheng Ho Multi
Culture Education Trust dari Malaysia.
WPF ke-4 ini dibuka oleh Wakil Ketua MPR-RI Hajriyanto Y
Tohari dan diikuti 200 peserta dari dalam dan luar negeri. Peserta tersebut
terdiri dari tokoh politik, pemimpin organisasi, akademisi, dan aktivis
perdamaian.
Acara ini menekankan pentingnya untuk konsolidasi demokrasi
multikultural, identitas dan multikulturalisme, yang sangat menentukan bagi
terciptanya perdamaian dan peningkatan demokrasi. WPF akan diakhiri dengan
pidato puncak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Minggu (25/11/2012) di Istana
Bogor.
#ahsanazzayyan
No comments :
Post a Comment